Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuliner Pekalongan Selain Megono, Ada Sekoteng Pak Woh


Kuliner Pekalongan Selain Megono, Ada Sekoteng Pak Woh - Selamat tahun baru teman-teman, semoga di page of 365 ini kita semua menjadi semakin lebih baik ya!


makanan khas pekalongan tempat makan di pekalongan kuliner di pekalongan
makanan khas pekalongan


 

Dipostingan kali ini jalanjajan.my.id ingin mengajak kalian menjelajah kuliner Pekalongan, salah satunya adalah Sekoteng buatan Pak Woh.

 

Sekoteng ini merupakan minuman khas Jawa Tengah, yang mirip dengan wedang ronde. Ada air jahe yang hidangkan panas-panas, dan ada isian lainnya seperti kacang tanah, roti tawar berbentuk dadu, pacar cina, dan disajikan pada malam hari.

 

Tetapi berbeda dengan Sekoteng yang ada di Pekalongan, tampilanya sangat unik. Lihat saja pada gambar, bikin makin penasaran ya kan?

 

Sekoteng khas Kota Pekalongan ini isiannya bukan air jahe, tetapi susu dan sirup. Ada tambahan roti tawar yang dipotong dadu, biskuit roma, dan tambahan misoa (mi kering) sebagai toppingnya. Jadilah terlihat begitu menarik.


Sekoteng Pak Woh Disajikan dengan Resep yang Turun Menurun



makanan khas pekalongan tempat makan di pekalongan kuliner di pekalongan
kuliner di pekalongan


 

Kalau dicicipi kuah Sekoteng ini akan nampak seperti susu dan sirup biasa, padahal sirup ini sirup yang dibuat sendiri dan resepnya sudah dari nenek moyang. Istilahnya turun temurun begitu, bukan sirup yang diual di pasaran.

 

Sekoteng bisa disajikan dengan hangat atau dingin, kalau saya sendiri datangya sering siang hari saat cuaca sedang panas-panasnya. Menikmati Sekoteng Pak Woh, bikin makin fresh.

 

Kemarin saya datang ke Sekoteng Pak Woh ini, setelah menyantap dua mangkok Mie So Iga di kedai Mieso Mbak Maimanah. Mie So Dengkil/Iga juga merupakan menu khas kota Pekalongan, jadi kalau ke sini jangan lupa untuk mencicipi keduanya.

 

Misoa atau mie kering di atas sebagai toping Sekoteng ini, rasanya gurih ya teman-teman. Untuk kuahnya terasa manis dan segar. Perpaduan yang menarik dan unik.

 

Kalau dari depan sih tampak biasa saja seperti Warung Makan kebanyakan, tapi kalau sudah masuk tidak hanya ada Sekoteng, ada nasi dengan lauk, dan juga gorengan yang hangat.

 

 

Sekoteng Pak Woh, Salah Satu Kuliner Legend di Pekalongan


makanan khas pekalongan tempat makan di pekalongan kuliner di pekalongan
tempat makan di pekalongan


 

Jika ditilik ke belakang, Sekoteng Pak Woh ini sudah berdiri sejak tahun 1977, saya sendiri belum lahir nih tahun sekian.

 

Sekoteng Pak Woh, tidak pernah memiliki cabang lain hanya pindah generasi. Artinya sebelum Pak Woh berjualan Sekoteng ini, dahulunya yang berjualan adalah Pak Wan, mertua dari Pak Woh.

 

Salah satu dibalik cerita kuliner Sekoteng ini, adalah tentang isian miswa yang menggambarkan kerukunan antar etnis yang ada di Pekalongan. FYI di Pekalongan ada beragam etnis soalnya, disingkatnya dengan ARJATI (Arab, Jawa, Tionghoa).

 

Sementara isian lain seperti roti tawar, biskuit, dan susu kental penggambaran pengaruh Eropa yang masuk ke Kota Pekalongan. Semacam penggambaran keharmonisan antar budaya yang bisa kita rasakan, dalam semangkuk Sekoteng.

 

Sekoteng Pak Woh buka setiap hari, pukul 09.30 sampai dengan malam. Bisa makan di tempat atau dibungkus dibawa pulang. Harga satu porsinya dibandrol dengan Rp7 ribu saja. Cukup murah bukan?

 

Lokasinya ada di Jl. Kenanga, Klego, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kalau mau ke sana, ikutin aja Google map di bawah ini. Selamat mencoba dan rasakan sensasi kesegarannya. Salam.



Posting Komentar untuk "Kuliner Pekalongan Selain Megono, Ada Sekoteng Pak Woh"